Tampilkan postingan dengan label evolusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label evolusi. Tampilkan semua postingan
Konsep Evolusi

Konsep Evolusi

Maret 08, 2013 0
Dalam postingan kali ini, pelajaranbiologi-sma1.blogspot.com akan menyampaikan materi seputar Evolusi dengan sub materi Konsep Evolusi.
Mungkin Anda masih ingat betul, bahwa evolusi bisa didefinisikan sebagai proses perubahan yang terjadi pada mahkluk hidup yang berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu yang sangat lama dari bentuk yang paling sederhana menjadi bentuk yang lebih kompleks.
Pemahaman evolusi ini pada akhirnya memunculkan berbagai teori evolusi, yang salah satunya dikemukakan oleh C.R.Darwin. Bahkan kalau kita bicara mengenai evolusi, maka nama Darwin selalu terbawa.

Konsep evolusi sendiri muncul bersamaan dengan kemunculan teori evolusi biologi yang merupakan salah satu teori tentang asal usul kehidupan yang muncul setelah teori abiogenesis, biogenesis dan teori evolusi kimia.

Konsep evolusi dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu :

pertama, ditinjau dari aspek hasil perubahan.
Berdasarkan hasil perubahan nya , evolusi dibagi menjadi 2 yakni evolusi divergen dan evolusi konvergen. Evolusi divergen merupakan perubahan suatu species [ misalnya : species A ] menjadi species banyak species lainnya [ mis: species B, species C, species D dan lain sebagainya ]. Contoh : struktur 5 jari pada vertebrata berasal dari satu nenek moyang yang sama, dan saat ini struktur 5 jari dimiliki oleh anggota primata dan manusia.
Sebaliknya, evolusi konvergen menggambarkan adanya perubahan beberapa species menjadi satu species karena masing-masing dari mereka berevolusi pada garis yang sama dari satu nenek moyang yang sama. Contoh : ikan hiu dan lumba-lumba terlihat persis seperti dua organisme yang berkerabat dekat meskipun sebenarnya hiu adalah kelompok ikan bertulang rawan, sedangkan lumba-lumba adalah mammalia air.

kedua, ditinjau dari bagian yang mengalami perubahan.
Jika ditinjau dari bagian yang mengalami perubahan, maka evolusi dibedakan menjadi : evolusi kosmik dan evolusi organik.
Evolusi kosmik bererti perubahan itu terjadi pada lingkungan abiotik. Sedangkan evolusi organik berarti perubahan yang terjadi pada lingkungan biotik [ mahkluk hidup ] dari generasi ke generasi.

ketiga, ditinjau dari kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembangbiak.
Atas dasar kemampuan bertahan hidup dan berkembang biak, evolusi terbagi menjadi dua kelompok yakni : evolusi progresif  dan evolusi regresif.
Evolusi progresif berarti perubahan itu menghasilkan species baru yang mampu bertahan hidup dan berkembang biak. Dan jika perubahan itu menghasilkan species yang tidak mampu bertahan hidup dan berkembang biak maka itu dinamakan evolusi regresif.

keempat, berdasarkan proses terjadinya di alam.
Ditinjau dari proses terjadinya perubahan di alam, evolusi diklasifikan menjadi 2 kelompok besar yaitu : mikroevolusi dan makroevolusi.
Mikroevolusi berarti perubahan terjadi pada frekuensi gen . Gen-gen mengalami perubahan [ mutasi ] sehingga berakibat pada perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi. Jika perubahan menghasilkan varian yang mampu beradaptasi dengan lingkungan maka mereka akan tetap hidup dan berkembangbiak. Dan sebaliknya kalau tidak mampu beradaptasi maka mereka akan tersisih dari lingkungan bahkan bisa mengalami kepunahan.
Sementara itu, makroevolusi terjadi pada skala besar yang meliputi : asal usul organisme baru, arah evolusi dan munculnya jenis-jenis organisme baru, hingga timbulnya kepunahan suatu species.

Benat-tidaknya kejadian evolusi, hingga kin dan mungkin bahkan nanti akan selalu menjadi perdebatan ilmiah yang sangat menarik untuk diikuti.
Fakta-Fakta yang Mendukung Teori Evolusi

Fakta-Fakta yang Mendukung Teori Evolusi

Januari 11, 2013 0
Rumusan teori evolusi tidak terlepas dari adanya beberapa fenomena yang dianggap sebagai “barang bukti” terjadinya evolusi. “barang bukti” inilah yang membantu menjelaskan adanya evolusi di bumi ini.
Beberapa bukti / fakta yang mendukung teori evolusi, antara lain :

1. Fosil
Fosil merupakan sisa bagian tubuh / jejak tubuh makhluk hidup yang telah membatu atau tertinggal dalam batuan. Salah satu fosil terlengkap yang telah ditemukan ilmuwan adalah fosil yang menggambarkan sejarah evolusi kuda. Berdasarkan studi evolusi kuda, diketahui bahwa :

  • Ukuran tubuh bertambah besar,
  • Kepala bagian depan semakin panjang ukurannya
  • Leher semakin panjang sehingga gerakannya semakin bebas,
  • Perubahan geraham depan dan geraham belakang yang sesuai untuk memakan rumput
  • Tungkai depan dan belakang semakin panjang, jari kaki mereduksi dari 5 menjadi 1 sehingga memungkinkan untuk berlari cepat
2. Variasi mahkluk hidup
Variasi menunjukkan adanya berbagai sifat, cirri diantara mahkluk hidup baik yang satu species / sejenis maupun yang berbeda jenis. Variasi terbentuk oleh adanya pengaruh factor genetic [ keturunan ] yang berinteraksi dengan factor lingkungan. Oleh Darwin dikatakan, variasi sebagai “modal” terjadinya proses seleksi alam yang mengarah kepada terjadinya evolusi.

3. Organ-organ vestigial.
Organ tubuh mahkluk hidup yang tidak / jarang digunakan akan mengalami kemunduran sehingga organ tersebut menjadi tidak berfungsi lagi. Pada manusia, contoh organ vestigial antara lain : umbai acing [ appendiks ], tulang rusuk melayang, tulang ekor, rambut pada dada, buah dada pada laki-laki, gigi taring yang runcing.

4. Homologi
Struktur organ tubuh mahkluk hidup yang asalnya sama dapat mengalami perubahan sehingga fungsinya menjadi berbeda. Organ-organ demikian dikatakan sebagai organ homolog. Contoh homologi, misalnya  : sayap buung dengan tangan manusia [ keduanya sama-sama ekstremitas cranial ].sirip lumba-lumba dengan kaki tikus juga termasuk homologi. Sementara itu beberapa organ memiliki struktur yang berbeda , namun fungsinya sama. Organ demikian dinamakan organ analog dan termasuk dalam analogi. Contoh analogi antara lain : sayap burung dengan sayap kupu-kupu [ struktur berbeda, namun fungsi sama yaitu untuk terbang ].

5. Embriologi perbandingan
Semua embrio hewan multiseluler berasal dari zigot yang tumbuh dan berkembang melalui tahapan-tahapan tertentu [ zigot-morulla-blastula-gastrula ] . Setelah tahap gastrula akan terjadi deferensiasi sehingga menjadi mahkluk hidup dengan morfologi yang berbeda-beda.

6. Perbandingan fisiologi.
Di antara mahkluk hidup terdapat beberapa kemiripan dalam system pernapasan, metabolism, sintesis protein, pembentukan ATP sebagai sumber energy, system reproduksi dan lain sebagainya. Berdasar kenyataan ini mereka berkeyakinan bahwa mahkluk hidup yang ada saat ini merupakan hasil evolusi mahkluk hidup yang ada sebelumnya.

7. Petunjuk Biokimia
Ketika dilakukan uji presipitin oleh Nutall ditemukan adanya kemiripan struktur antigen-antibodi pada berbagai jenis mahkluk hidup

8. Peristiwa domestikasi
Aktivitas manusia di dalam memanfaatkan sumber daya alam hayati yang tersedia di alam liar [ baik hewan maupun tumbuhan ] sehingga  menjadi hewan / tumbuhan  yang “familer” dengan manusia diyakini akan menambah variasi genetic pada hewan/tumbuhan yang dimomestikasi oleh manusia. Contoh : burung merpati liar yang dipelihara oleh manusia dapat “iubah” menjadi burung dara, burung puter, merpati berjambul, merpati pos, dan lain sebagainya. Contoh lain, kuda yang hidup liar di padang rumput dapat “diubah” manusia menjadi kuda pacu, kuda tunggangan, kuda penarik beban.

Inilah beberapa fakta yang digunakan oleh para pendukung kebenaran ilmiah teori evolusi. Bukan mustahil, fakta-fakta akan terus bertambah seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia.
Teori EVOLUSI LAMMARK

Teori EVOLUSI LAMMARK

Januari 06, 2012 0
Selain Darwin, tokoh lain yang teori evolusinya dikenal secara luas bahkan hingga saat ini adalah Lammark. Lammark yang bernama lengkap Jean Baptiste de Lammark ( 1744 - 1829 ) adalah seorang ahli biologi berkebangsaan Perancis. 
Bagaimana pandangan Lammark tentang evolusi ?
Lammark mencoba menjelaskan evolusi berdasarkan sebuah gagasan bahwa perubahan pada suatu individu disebabkan oleh perubahan lingkungan dan hasil perubahan itu akan diwariskan kepada keturunannya. Pandangan ini, sering dikenal sebagai teori Lammarkisme.
Contoh kuno yang sering digunakan untuk memperjelas pandangan Lammark mengenai evolusi ini adalah leher jerapah.
Dari  sudut pandang Lammarkisme, jerapah yang saat ini berleher panjang berasal dari moyang jerapah yang berleher pendek. Jerapah berleher panjang yang saat ini hidup diduga sebagai hasil evolusi moyang jerapah berleher pendek. Pada suatu masa ketika terjadi perubahan lingkungan di mana makanan jerapah ( berupa dedaunan ) hanya tinggal dedaunan yang berada di atas pohon tinggi. Demi mendapatkan makanan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, jerapah-jerapah yang berleher pendek setiap hari berusaha meraih makanan di tempat yang tinggi dengan cara "memanjangkan lehernya". Adaptasi dengan cara memanjangkan leher ini dikatakan oleh Lammark , diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga generasi berikutnya memiliki leher yang lebih panjang daripada generasi sebelumnya. Demikian seterusnya.....

Nah dari uraian di atas, tentu anda bisa membandingkan bagaimana teori evolusi nya Lammark dengan teori evolusinya Darwin.
Teori Evolusi Darwin

Teori Evolusi Darwin

Desember 21, 2011 0
Apa evolusi itu ?
Evolusi didefiniskan sebagai suatu proses perubahan  yang berlangsung secara perlahan dalam kurun waktu yang sangat lama..
Evolusi juga didefinisikan sebagai perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit);
Evolusi biologi berarti proses perubahan pada mahkluk hidup dari bentuk sederhana menjadi bentuk  kompleks yang berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu yang sangat lama.
Evolusi biologis didefinisikan sebagai setiap perubahan genetik dalam suatu populasi yang diwariskan selama beberapa generasi. Perubahan ini mungkin kecil atau besar, terlihat atau tidak begitu terlihat
Evolusi biologi berkembang dari pandangan Oparin yang menyatakan bahwa mahkluk hidup berasal dari “nenek moyang “ berupa sel awal yang terbentuk melalui reaksi kimia gas-gas di atmosfer purba (  metana , ammonia , hydrogen dan karbondioksida ). Sel awal selanjutnya mengalami perubahan secara bertahap dalam waktu yang sangat lama menjadi bentuk-bentuk kehidupan  baru yang berbeda dengan sebelumnya.
 Apa yang berubah dari mahkluk hidup ?

Perubahan pada mahkluk hidup, dikarenakan gen-gen pembawa sifat pada mahkluk hidup mengalami perubahan yang kemudian  “ditampilkan” pada penampakan sifat baik fisik maupun non fisik ( sifat-sifat fenotip ).
Bagaimana selanjutnya ?
Munculnya teori evolusi biologi telah mendorong para ilmuwan “berlomba-lomba” melakukan penelitian terkait dengan fenomena evolusi.. Beberapa tokoh ilmuwan yang hingga saat ini mendapat dukungan atas teori evolusinya  salah satunya adalah C.R.Darwin yang lebih dikenal dengan sebutan Teori Darwin.
Ya …. Evolusi telah menjadi sebuah teori baru bahkan mengarah kepada paham / aliran baru.

Bagaimana Teori Darwin tentang evolusi yang menghebohkan itu ?
Teori Darwin  mengenai evolusi terangkum dalam bukunya yang berjudul “ On The Origin of Species by Means of Natural Selection “ yang berarti : species mahkluk hidup yang ada sekarang berasal dari species mahkluk hidup masa silam yang mampu bertahan hidup melalui proses seleksi alam.
Ide evolusi Darwin, tidak muncu; begitu saja. Akan tetapi ide itu muncul melalui suatu “perjuangan” panjang yang kemudian diungkapkan berdasarkan atas pemikirannya.

Apa pokok-pokok pemikiran Darwin ?
Pokok-pokok pikiran Darwinsebagai, landasan Teori evolusinya , antara lain :
  1. Tidak ada 2 individu yang sama persis dalam suatu species. Mahkluk hidup di bumi ini bervariasi, dan beberapa variasi bersifat terwariskan.
  2. Setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena kemampuan reproduksi yang dimilikinya. Untuk berkembangbiak perlu makanan yang cukup. Dan jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada yang dapat bertahan hidup.
  3. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan terus-menerus.
  4. Individu-individu berkompetisi untuk memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup.
  5. Sifat-sifat warisan yang dimiliki suatu individu membuat mereka dapat bertahan hidup dan berkembang biak pada keadaan lingkungan tertentu.
  6. Akibat dari seleksi lingkungan , hanya individu yang adaptif yang mampu bertahan hidup dan berkembang biak mewariskan sifat adaptif pada keturunan mereka.. Seleksi alam pada akhirnya mengubah sifat dalam populasi, bahkan bias sampai menghasilkan species baru.

Berdasarkan pokok-pokok pikiran tersebut, akhirnya Darwinsampai pada kesimpulan bahwa :
    • Mahkluk hidup mengalami evolusi
    • Evolusi pada mahkluk hidup terjadi karena seleksi alam,
    • Individu yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan bertahan hidup, sementara yang tidak mampu beradaptasi akan tersisih bahkan bisa punah.
Teori Darwin sering dipahami bahwa manusia berasal dari kera . Apa benar demikian ? Silahkan Anda pikirkan !

Pustaka :
Pratiwi, D.A dkk, 2007, Biologi untuk SMA kelas XII, Jakarta, Penerbit Erlangga.
id.wikipedia.org
www.kamusBesar.com
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.inspirasidaily.com/wp-content/uploads/2011/04/charles-darwin-the-origin-of-species.jpg&imgr


BUKTI-BUKTI PENDUKUNG TEORI DARWIN

BUKTI-BUKTI PENDUKUNG TEORI DARWIN

Desember 07, 2010 0
Teori evolusi  yang dikemukakan oleh C.R.Darwin sampai 
 saat ini seperti menjadi sebuah “aliran/pandangan” tersendiri yang 
dikenal dengan Darwinisme. Dan bahkan, untuk mempertahankan 
pendapat ini mereka berusaha  menunjukkan bukti-bukti yang dapat 
diterima secara ilmiah. Apa saja yang digunakan oleh Daewin dan 
para pendukung “Darwinisme” untuk memperkuat teori mereka tentang evolusi ? 

Beberapa bukti pendukung untuk pembenaran teori evolusi antara lain :
            Adanya variasi-variasi diantara individu baik yang sejenis maupun yang
berbeda jenis. Variasi adalah perbedaan-perbedaan yang ditemukan pada
individu-individu yang masih satu species. Tidak ada dua individu di dunia ini
yang mempunyai sifat yang sama persis. Perbedaan-perbedaan ini menimbulkan 
munculnya berbagai macam varian. Bila varian hidup pada suatu lingkungan 
yang berbeda  maka akan menghasilkan keturunan baru yang berbeda pula,
dan ini bisa mengarah pada terbentuknya species baru.
            Ditemukannya fosil pada lapisan batuan bumi, menjadi bukti kedua
 teori evolusi. Fosil-fosil yang ditemukan pada lapisan bumi dari yang tua  sampai 
yang muda menunjukkan adanya perubahan secara berangsur-angsur.
Contoh fosil yang pernah ditemukan antara lain : fosil Archeopteryx ( yang dianggap sebagai 
nenek moyang burung saat ini ), fosil kuda yang menunjukkan perubahan-perubahan 
bentuk secara bertahap  dari masa ke masa.
            Perbandingan anatomi berbagai jenis mahkluk hidup menunjukkan adanya 
persamaan dan perbedaan. Struktur anatomi organ tubuh dari berbagai hewan
khususnya vertebrata dibedakan menjadi :Homolog, yaitu organ-organ yang 
mempunyai bentuk asal / dasar  sama, kemudian berubah strukturnya 
sehingga fungsinya berbeda
Contoh : sayap burung homolog dengan tangan manusia,  
kaki depan kuda homolog dengan sirip dada ikan.  
Coba anda cari contoh lainnya !
Analog, yaitu organ-organ yang mempunyai fungsi sama tetapi 
bentuk asal/dasarnya berbeda
Contoh: sayap burung analog dengan sayap kelelawar,  
sayap serangga analog  dengan sayap burung
Carilah contoh lainnya !
            Perkembangan zigot berbagai hewan menunjukkan
adanya persamaan sampai tahapan tertentu.Misalnya : hewan-hewan vertebrata 
mempunyai kesamaan dari tahap zigot sampai gastrula
( zigot→morulla→blastulla→gastrula ). 
Dikatakan semakin banyak persamaan, semakin dekat hubungan perkerabatannya. 
Demikian juga sebaliknya.
            Secara kimiawi semua mahkluk hidup mempunyai 
substansi dasar yang sama yaitu senyawa protein, DNA dan RNA. 
Sehingga diyakini semua mahkluk hidup yang pernah ada di bumi ini 
berasal dari satu nenek moyang yang sama.
            Semua organisme menunjukkan ciri-ciri fisiologi yang sama 
seperti ; respirasi, ekskresi, reproduksi dll., meskipun secara anatomi
dan morfologi jumlah sel yang membentuk setiap organisme berbeda-beda
            Adanya alat tubuh yang tersisa  diduga sebagai akibat dari  
 adaptasi terhadap lingkungan. Contoh beberapa alat tubuh yang tersisa
antara lain : umbai cacing, tulang ekor,gigi taring yang runcing ( pada manusia ), 
penyusutan sayap pada burung kiwi, sisa-sisa anggota gerak belakang 
pada ular piton. Ini menjadi bukti  bahwa organ yang tidak digunakan/tidak 
adaptif terhadap lingkungan akan mengalami kemunduran fungsi.