Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

Wawancara Guru Terhadap Inovasi Pembelajaran Matematika di Sekolah

Juni 14, 2017 0


Inovasi pembelajaran adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif dari hal yang sudah ada sebelumnya, serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pembelajaran. Pembelajaran adalah suatu sistem, maka inovasi pembelajaran harus mencakup al-hal yang berhubungan dengan komponen sistem tersebut, baik dalam artian kurikulum, media, metode, kebijakan, maupun hal lain yang berhubungan dengan pembelajaran (Muzid, 2011).

Saat Ini Inovasi Belajar sangat Penting dan dibutuhkan untuk keberhasilan tujuan pembelajaran di sekolah Khususnya dalam pembelajaran Matematika , karena matematika merupakan ilmu pasti yang di anggap membosankan bagi sebagian siswa , akibatnya siswa kurang termotivasi untuk mebajar matematika, Maka dari itu saya tertarik melakukan wawancara kepada beberapa Guru yang mengajar matematika di sekolah yang mana wawancara tersebut yang bertemakan tentang Inovasi pembelajaran Matematikan, Wawancara tersebut Bisa di lihat di Bawah Ini:


BIODATA SEKOLAH

NAMA SEKOLAH : SMAN 2 BAGAN SINEMBAH
AKREDITAS : A
ALAMAT : Jl. GARUDA SAKTI, BAGAN BATU, ROHIL
KECAMATAN : BAGAN SINEMBAH
KABUPATEN : ROKAN HILIR
KODE POS : 28992


BIODATA GURU



NAMA : WELLA OKTAVIANA DEWI, S.Pd
TTL : DUSUN MANUNGGAL, 13 OKTOBER 1990
ALAMAT : Jl. MERAPI K.70 PIRDAM DESA BAGAN MANUNGGAL, KECAMATAN BAGAN SINEMBAH, KABUPATEN ROKAN HILIR
ALAMAT FB :WELA OKTAVIANA DEWI
EMAIL : WELA_OKTAVIANA@YMAIL.COM
LAMA MENGAJAR : 4 TAHUN
MOTTO : TIDAK ADA YANG TIDAK BISA KITA LAKUKAN JIKA KITA MAU BERUSAHA
RIWAYAT PENDIDIKAN :
-          SDN 007 BAGAN SINEMBAH
-          SMPN 1 BAGAN SINEMBAH
-          SMAN 1 BAGAN SINEMBAH
-          STKIP SILIWANGI BANDUNG

HASIL WAWANCARA

TEMA : INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
TANGGAL WAWANCARA : 04 JUNI 2017
WAKTU : 15.25 WIB s/d Selesai
PEWAWANCARA  : NENI SUSANTI
NARASUMBER : IBU WELA OKTAVIANA DEWI, S.Pd (GURU MATEMATIKA SMAN 2 BAGAN SINEMBAH)

Pewawancara : Bagaimana kabarnya buk ?
Narasumber : Baik neni, neni gimana kabarnya ?
Pewawancara : Alhamdulillah baik juga buk, ibu neni mau bertanya  mengenai inovasi pembelajaran matematika di SMAN 2 Bagan Sinembah buk, ibu mau membantu neni ?
Narasumber : Ya, tentu neni
Pewawancara : Pertama, bagaimana buk pengalamannya selama mengajar dari awal sampai sekarang buk?

Narasumber : Pengalamannya banyak neni, yang jelas jadi guru itu tantangannya banyak neni. Kita harus bisa mengetahui karakter ratusan anak yang kita ajar. Tapi selain itu pengalamannya seru, yang pasti ada yang bikinkita senang dan juga ada yang buat kita kesal.
Pewawancara : Jadi, berdasarkan pengalaman ibu berarti ada suka dan duka yang ibu hadapi selama mengajar ya buk ?

Narasumber : ya neni, karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda, memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda pula, matematika itu bukan pelajaran yang menakutkan jadi kita harus membuatnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Jangan pernah untuk memaksa anak untuk memahami matematika tapi berusahalah agar matematika disukai oleh mereka.
Pewawancara :  Bagaimana keadaan pembelajaran matematika di sekolah ? khususnya di sekolah SMAN 2 Bagan sinembah buk ?

Narasumber : Keadaan pembelajaran matematika di SMAN 2 ya berjalan dengan baik neni, karena sudah ada proyektor juga yang bisa dijadikan sebagai media bantu untuk proses pembelajaran. Sedangkan keadaan siswa dalam belajar atau minat belajar anak-anak yang masih kurang, karena anak-anak masih menilai kalau matematika itu pelajaran yang sulit, jadi baru mendengar pelajaran matematika saja mereka langsung nyerah. Sebagian anak saja yang mempunyai minat belajar yang kuat.
Pewawancara : Bagaimana ibu menangani masalah anak-anak yang kurang minat belajar matematika pada saat pembelajaran matematika berlangsung buk? Kan ibu sudah tau anaknya kurang minat, apakah ibu lanjutkan saja mengajar atau ibu punya cara-cara membangkitkan minat anak-anak supaya muncul minatnya buk !

Narasumber : Kalau untuk menangani semua anak agar memiliki minat belajar mungkin susah ya, tapi untuk meminimalisir anak agar mau fokus belajar tidak bosan dan tidak jenuh dengan pelajaran matematika kita bisa mengambil beberapa waktu untuk ngobrol tentang sejarah matematika, sejarah angka itu lebih menarik. Atau putar video ice breaking biar mereka fresh lagi kadang ibu juga bisa bikin games setelah pembelajaran, bisa juga dengan permainan seperti permainan lempar bola, nanti yang dapat bola di kasih pertanyaan kalau gak bisa jawab dikasih hukuman sebagai hiburan. Karna sejatinya memaksa semua anak untuk harus menyukai atau menguasai ilmu matematika sulit, akhirnya yang bisa kita lakukan hanya berusaha bagaimana anak menyukai matematika dan nyaman ketika belajar matematika tanpa harus memaksa mereka. Karena setiap anak pasti mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing. 

Pewawancara : Apakah ada kendala pada proses pembelajaran matematika di dalam kelas buk ?
Narasumber : Kalau ibu karena mengajar di kelas X, kendalanya ketika anak-anak masih kurang memahami konsep awal dari matematika. Karena sebagian besar kan kalau di SMA itu materi lanjutan seperti eksponen dan bentuk akar. Anak-anak masih belum kuat tentang pemahaman dasar bilangan akar dan bilangan pangkat. Malah mereka masih belum bisa membedakan bilangan rasional dan irrasional. Karena mereka tidak paham konsep dasar, jadi mereka menganggap matematika itu sulit, nah karena sudah terdoktrin bahwa matematika itu sulit, maka minat belajar matematika mereka jadi menurun.

Pewawancara : Apakah ada inovasi dalam pembelajaran matematika yang ibu lakukan buk?
Narasumber : Kalau untuk inovasi ibu belum ketemu inovasi baru sih untuk pembelajaran, karena mengajar di desa itu tidak sama dengan mengajar di kota-kota besar. Kita masih kurang dari segi sarana dan prasarana dan juga media pembelajarannya. Kalau untuk di SMAN 2 ibu masih menggunakan metode ceramah, diskusi, belajar secara berkelompok, metode Jigsaw yah yang sesuai dengan kemampuan anak-anak. Karena kita sebagai guru tidak bisa memaksakan pakai suatu metode belajar pada anak-anak yang mungkin gak sanggup untuk menerimanya.
Pewawancara : ok, terima kasih banyak untuk informasi dan inspirasi yang tersirat pada jawaban ibu, semoga ibu selalu diberikan kesehatan aamiin ya Allah.
Narasumber : iya neni, sama-sama. Semoga kita jadi guru yang diidamkan oleh semua pihak dan sukses untuk kita.

BIODATA SEKOLAH



NAMA SEKOLAH : SMK Kesehatan Fajar Kencana Bandung Barat
AKREDITAS : A
ALAMAT : Jl. Raya BBS Batu Jajar, Cihampelas
KABUPATEN : Bandung Barat
PROVINSI : Jawa Barat
KODE POS : 40562





BIODATA GURU



NAMA : AJENG IIS HABIBAH, S.Pd
TTL : BANDUNG, 05 JANUARI 1991
ALAMAT : CIPATAT ELOK, RT 5 RW 21, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT
LAMA MENGAJAR : 9 TAHUN
ALAMAT FB : AJENG IIS HABIBAH
RIWAYAT PENDIDIKAN :- SDN SUKA MAJU 2002
- SMPN 1 CIPATAT 2005
- SMAN 1 PADALARANG 2008
 - STKIP SILIWANGI BANDUNG 2012

HASIL WAWANCARA

TEMA : INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
TANGGAL WAWANCARA : 10 JUNI 2017
WAKTU : 11.31 WIB s/d Selesai
PEWAWANCARA  : NENI SUSANTI
NARASUMBER : IBU AJENG IIS HABIBAH, S.Pd (GURU MATEMATIKA SMK KESEHATAN BANDUNG BARAT)


Pewawancara : Sudah berapa lama ibu mengajar sebagai guru matematika?
Narasumber : Ibu mengajar sudah 9 tahun
Pewawancara : Bagaimana suka dan duka ibu selama mengajar ?
Narasumber : Sukanya banyak karena kita mentransferkan ilmu kepada anak-anak yang berbeda kemampuan yang merupakan tantangan tersendiri bagi kita seorang pendidik agar mampu menyatukan pemahaman dari peserta didik kita yang berbeda-beda. Dukanya tentu disaat kita gagal dalam mengajar, artinya peserta didik yang kita didik banyak yang tidak bisa mencapai nilai standart KKM.
Pewawancara : Bagaimana upaya ibu menghadapi masalah banyaknya siswa ibu yang tidak mencapai KKM sesuai dengan harapan ibu ?

Narasumber : Tentu ibu berharap semua siswa ibu bisa mencapai standart nilai KKM bukan hanya di pelajaran matematika saja, namun untuk semua pelajaran. Tapi bila itu terjadi ya ibu harus koreksi diri, dengan cara mengevaluasi pembelajaran yang ibu lakukan kepada peserta didik karena belum efektif ibu melakukan pencerminan diri dengan cara memperbaiki gaya ibu mengajar, menerapkan model pembelajaran yang berbeda untuk melihat kemajuan siswa dalam proses pembelajaran.
Pewawancara : Bagaimana keadaan pembelajaran matematika di sekolah ? khususnya di sekolah tempat ibu mengajar ? 

Narasumber : Keadaan Pembelajaran matematika di sekolah tempat ibu mengajar sudah cukup memadai dengan adanya proyektor, sehingga pembelajaran bisa divariasikan supaya siswa tidak bosan. Sedangkan keadaan siswanya baik-baik saja hanya mungkin siswa dalam belajar matematika itu kurang dalam pemahaman mendasar konsep-konsep matematika .
Pewawancara : Bagaimana solusi ibu mengatasi permasalahan seperti itu ?
Narasumber : Dengan memperbaiki dan memperkuat pemahaman mendasar konsep-konsep matematika siswa yang rata-rata masih kurang.
Pewawancara : Dengan cara apa ibu memperbaiki dan memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep mendasar matematika buk ?

Narasumber : Dengan cara memberikan tugas agar mempelajari dan melatih anak untuk mandiri, karena setingkat SMA tidak mungkin harus dijelaskan ulang lagi mengenai konsep-konsep dasar matematika, misalnya konsep pecahan atau bilangan bulat tentu siswa sudah mempelajarinya sewaktu duduk dibangku SMP.

Pewawancara : Ada tidak inovasi dalam pembelajaran matematika di sekolah tempat ibu mengajar?
Narasumber : inovasi dalam pembelajaran matematika di sekolah tempat ibu mengajar dengan menggunakan alat peraga yang beragam, cara mengajar sesuai dengan kurikulum terbaru, menggunakan berbagai macam pendekatan pembelajaran dalam menyampaikan materi, mendorong guru matematika untuk mengikuti bimbingan teknologi dan pelatihan agar mengembangkan pengetahuan mereka tentang pendidikan matematika.
Pewawancara : Ada tidak buk kesulitan dalam pembelajaran matematika setiap pergantian kurikulum ?

Narasumber : Ada, Kesulitannya siswa kurang memahami materi disaat menggunakan kurikulum yang berbeda, karena sistemnya yang berbeda juga.
Pewawancara : Bagaimana gaya belajar siswa di sekolah tempat ibu mengajar  khususnya dalam pembelajaran matematika?
Narasumber : Gaya belajar siswa ibu bervariasi ada yang mempunyai motivasi rendah, sedang, dan tinggi dalam proses pembelajaran matematika.
Pewawancara : Bagaimana upaya dan kiat-kiat ibu dalam memotivasi siswa agar termotivasi dalam proses pembelajaran matematika di kelas ?

Narasumber : Cara memotivasi siswa ibu dengan cara ibu pakai metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, sehingga siswa tidak merasa dipaksakan dalam pembelajaran, agar lebih menarik bisa menggunakan alat peraga jika materinya juga memungkinkan. Kemudian jangan berlebihan dalam memberikan tugas kepada anak, cukup berikan tugas sebanyak 5 soal asalkan rutin anak mau mengerjakan serta untuk mengukur pemahaman siswa.
Pewawancara : baik buk terima kasih banyak sudah membantu dan semoga ibu selalu di beri kesehatan dan dilain waktu kita bisa bertemu langsung. Dan tetap jadi senior yang banyak memberikan inspirasi dalam proses pembelajaran matematika bagi kami calon guru atau pun guru-guru matematika yang lain. 

Narasumber : Aamiin Ya Robbal Allamiin, iya nak sama-sama. Semoga profesi kita sebagai pendidik selalu diberikan Ridho dari Allah SWT.
Kesimpulan : Dari hasil wawancara yang sudah saya lakukan kepada guru matematika yang mengajar di SMAN 2 Bagan Sinembah dan SMK Kesehatan Bandung, saya mendapatkan informasi bahwa kendala yang dihadapi dalam pembelajaran matematika berkaitan dengan sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut, dan masalah pada proses belajar matematika siswa yaitu mengenai masih kurangnya pemahaman konsep-konsep dasar matematika yang harus dipikirkan solusinya, khususnya saya sendiri sebagai calon guru matematika dan seluruh guru matematika. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, maka sangat penting diadakan inovasi dalam proses pembelajaran matematika mulai dari strategi guru dalam mengajar maupun cara mengajar yang disesuaikan dengan kurikulum terbaru, dengan menggunakan berbagai macam pendekatan pembelajaran dalam menyampaikan materi, serta mendorong guru matematika untuk mengikuti bimbingan teknologi dan pelatihan agar keprofesionalan guru tetap menjadi prioritas dalam inovasi pembelajaran matematika. Semoga tulisan saya berguna dan ada manfaatnya. Aamiin Ya Robbal Allamiin.

12 Cara Mudah Belajar Matematika yang Efektif

Juni 11, 2017 0
Untuk sebagian orang matematika adalah pelajaran yang sulit dan membingungkan, hal itu terjadi karena belum tahu cara belajar matematika yang mudah dan efektif. Berikut ini adalah cara mudah belajar matematika yang efektif: 
1. Buat Diri Bersemangat 
Semangat timbul dengan dorongan untuk bisa menguasai matematika dan menjadi nomor satu di kelas untuk mata pelajaran yg butuh penalaran dan logika berpikir ini.
2. Tanamkan dalam Diri Matematika itu Menyenangkan 
Tiap yang ditanam dengan baik, akan tumbuh menjadi karakter, kalau karakter kita sudah suka sesuatu maka kita akan menyenangi sesuatu tersebut. Senangilah matematika!
3. Buat Rumus-rumus pada Karton dan Tempel di Kamar
Karton dengan ukuran 60 x 60 cm misalnya di tulisi rumus-rumus matematika, dan di tempel berjejer di kamar. Daripada kamar ditempel poster-poster yang tidak bermanfaat lebih baik ditempeli rumus agar tiap hari kita bisa lihat selalu dan membuat rumusnya kepikiran terus. 
4. Gunakan Pola Penerjemahan ke Bentuk Simbol dan Angka 
Maksudnya apa? maksudnya adalah ketika kita ketemu dengan soal cerita, misalnya di program linier, atau di logika matematika, maka kita harus cerdik menerjemahkan soal itu dengan memetakannya dalam bentuk simbol dan angka. 
5. Masuk Bimbingan Belajar 
Di bimbel kamu akan lebih semangat belajar lagi, karena disamping banyak kawan belajar juga diajar oleh instruktur yang smart dan ahli di bidang matematika. 
6. Belajar Bersama Kawan yang Senang Matematika 
Kamu adalah dengan siapa kamu berkawan. Kalau kawanmu pemalas maka kamu akan ketularan malas dan jika kawanmu rajin belajar matematika maka kamu akan ikut ketularan semangat belajar matematika. 
7. Latihan Soal-soal 
Matematika tidak bisa hanya di lihat dan dibaca, harus ada kerja langsung, dalam bentuk cakaran misalnya.
8. Siapkan Buku Tebal 
Satu buku tebal khusus buat menyelesaikan soal-soal matematika. Buku ini akan jadi kenang-kenangan kamu jika sudah berumur dewasa nanti dan akan menjadi arsip yang bagus. Targetkan ratusan soal harus bisa kamu bahas sendiri di buku tebal itu.
9. Gunakan Pulpen berwarna-warni 
Soal matematika yang kamu kerjakan di buku baiknya di tulis dengan beragam warna pulpen, jangan hanya satu warna, sebab akan lebih indah kelihatannya dan membuat kamu semangat belajar matematika. 
10. Jangan Biasakan Menggunakan Kalkulator 
Kalkulator memang sangat penting dan harus selalu ada di kumpulan alat tulis menulismu. Namun apabila untuk menghitung hal-hal yang mudah alangkah bagusnya jangan gunakan kalkulator dulu. Kalkulator bisa digunakan hanya untuk mencocokkan hasil hitungan manual kamu sendiri. 
11. Percaya Diri Tingkat Tinggi 
Orang yang hebat matematika biasanya IQ nya diatas rata-rata, maka harus bisa percaya diri dalam arti jangan sampai sekalipun menyalin tugas hasil kerja teman apalagi mencontek saat ujian, itu adalah hal yang sangat memalukan. 
12. Berdo'alah Selalu 
Bagi yang muslim baca "Bismillahhirrahmanirrahim" sebelum belajar matematika agar kamu diberkahi dan ilmu yang kamu pelajari dapat bermanfaat nanti.

Cara Cepat Belajar Matematika & Trik Belajar Matematika Dengan Cepat

Juni 11, 2017 0
“Bagaimana cara belajar matematika yang benar?”
“Belajar matematika adalah belajar hidup. Matematika adalah jalan hidup.”
Trachtenberg mempertaruhkan jiwanya menentang Hitler. Trachtenberg, setelah menyelami prinsip-prinsip matematika, menyimpulkan bahwa prinsip kehidupan adalah keharmonisan. Peperangan yang terus berkobar, menyulut kebencian tidak sesuai dengan prinsip-prinsip matematika. Matematika adalah keindahan.
Atas penentangannya ini, Hitler menghadiahi Trachtenberg hukuman penjara. Bagi Trachtenberg, perjara bukan apa-apa. Di dalam penjara, dia justru memiliki kesempatan memikirkan matematika tanpa banyak gangguan. Karena sulit mendapatkan alat tulis-menulis, Trachtenberg mengembangkan pendekatan matematika yang berbasis mental-imajinasi.
Seribu tahun sebelum itu, AlKhawaritzmi mengembangkan disiplin matematika baru: aljabar. AlKharitzmi beruntung hidup dalam lingkungan agama Islam yang kuat. Ajaran Islam, secara inheren, menuntut keterampilan matematika tingkat tinggi. Misalnya, Islam menetapkan aturan pembagian waris yang detil. Pembagian waris sistem Islam melibatkan banyak variabel matematis. Variabel-variabel yang beragam ini menantang penganut Islam – termasuk AlKhawaritzmi – untuk mencari pemecahan yang elegan.


Pemecahan terhadap sistem persamaan yang melibatkan banyak variabel ini membawa ke arah disiplin baru matematika: aljabar. AlKhawaritzmi menulis buku khusus tentang aljabar yang sangat fenomenal. Buku yang berjudul Aljabar ini menjadi panutan bagi matematikawan seluruh dunia. Sehingga nama AlKhawaritzmi menjadi dikenal sebagai Aljabar AlKhawaritzmi (Algebra Algorithm).
Sistem kalender Islam yang berbasis pada komariah (bulan, lunar) memberikan tantangan tersendiri. Penetapan awal bulan menjadi krusial di dalam Islam. Berbeda dengan kalender syamsiah (matahari, solar). Dalam kalender syamsiah, kita tidak begitu sensitif apa berbedaan tanggal 1 Juni dengan 2 Juni. Tetapi pada sistem komariah, perbedaan 1 Ramadhan denga 2 Ramadhan berdampak besar.
Itulah sebabnya, astronomi Islam dapat maju lebih awal. Astronomi memicu lebih berkembangnya teori trigonometri. Aturan sinus, cosinus, dan kawan-kawan berkembang pesat di tangan para astronom Islam waktu itu.
Ajaran agama Islam adalah jalan hidup. Untuk bisa melaksanakan ajaran Islam diperlukan matematika. Matematika menjadi jalan hidup.
Sehebat itukah peran matematika?
Haruskah kita mengambil matematika sebagai jalan hidup?
Tidak selalu! Tidak semua orang perlu mengambil matematika sebagai jalan hidup. Tidak harus semua orang meniru AlKhawaritzmi dan Trachtenberg.
Beberapa orang belajar matematika hanya untuk kesenangan. Beberapa orang yang lain belajar karena kewajiban. Ada pula yang belajar matematika agar naik jabatan. Ada juga agar lulus UN, SPMB, UMPTN. Ada juga untuk menjadi juara.
Masing-masing tujuan, berimplikasi kepada cara belajar matematika yang berbeda. Misalnya bila Anda belajar matematika untuk kepentingan lulus UN, SPMB, UMPTN 2008 akan berbeda dengan belajar untuk memenangkan olimpiade matematika.
Matematika UN, SPMB, UMPTN 2008 hanya menerapkan soal pilihan ganda. Implikasinya Anda hanya dinilai dari jawaban akhir Anda. Proses Anda menemukan jawaban itu tidak penting. Jadi Anda harus memilih siasat yang cepat dan tepat.
Gunakan berbagai macam rumus cepat dalam matematika. Rumus cepat ampuh Anda gunakan untuk UN, SPMB, UMPTN. Tetapi rumus cepat matematika tidak akan berguna untuk olimpiade atau kuliah kalkulus kelak di perguruan tinggi. Anda harus sadar itu.
Contoh rumus cepat matematika yang sering (hampir selalu) berguna ketika UN, SPMB, UMPTN adalah rumus tentang deret aritmetika.
Contoh soal:
Jumlah n suku pertama dari suatu deret adalah Sn = 3n^2 + n. Maka suku ke-11 dari deret tersebut adalah…
Tentu ada banyak cara untuk menyelesaikan soal ini.
Cara pertama, tentukan dulu rumus Un kemudian hitung U11. Cara ini cukup panjang. Tetapi bagus Anda coba untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman konsep deret. Rumus Un dapat kita peroleh dari selisih Sn – S(n-1) .
Cara kedua, sedikit lebih cerdik dari cara pertama. Kita tidak perlu menentukan rumus Un. Karena kita memang tidak ditanya rumus tersebut. Kita langsung menghitung U11 dengan cara menghitung selisih
S11 – S10 = U11
[3(11^2) + 11] – [3(10^2) + 10]
= 3.121 – 3.100 + 11 – 10
= 3.21 + 1
= 64
Cara ketiga, adalah rumus matematika paling cepat dari kedua rumus di atas. Tetapi sebelum menerapkan cara ketiga, kita harus memahami konsepnya terlebih dahulu dengan baik.
Are you ready?
Bentuk baku dari n suku pertama deret aritmetika adalah
Sn = (b/2)n^2 + k.n
Un = b(n-1) + a
a = S1 = U1
Anda harus pahami konsep di atas dengan baik. Cobalah untuk beberapa soal yang berbeda-beda. Tanpa pemahaman konsep yang baik, rumus cepat ini akan berubah menjadi rumus berat.
Dengan hanya melihat soal (tanpa menghitung di kertas) bahwa
Sn = 3n^2 + n
Kita peroleh
b = 6 (dari 3 x 2)
a = 4 (dari S1 = 3 + 1)
U11 = 6.10 + 4 = 64 (Selesai)
Semua perhitungan di atas dapat kita lakukan tanpa menggunakan alat tulis. Semua kita lakukan hanya dalam imajinasi kita. Ulangi beberapa kali. Anda pasti akan menguasainya dengan baik.
Trik untuk menguasai rumus cepat matematika adalah kuasai pula rumus standarnya – rumus biasanya. Dengan menguasai dua cara ini Anda akan semakin terampil menggunakan rumus cepat matematika.

Inovasi Pembelajaran Matematika

Juni 11, 2017 0
Inovasi pembelajaran adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif dari hal yang sudah ada sebelumnya, serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pembelajaran. Pembelajaran adalah suatu sistem, maka inovasi pembelajaran harus mencakup al-hal yang berhubungan dengan komponen sistem tersebut, baik dalam artian kurikulum, media, metode, kebijakan, maupun hal lain yang berhubungan dengan pembelajaran (Muzid, 2011).
 
I.       PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran :
  1. Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik.
  2. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai
  3. Langkah-langkah  mengajar yang duperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal.
  4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.

II.    MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN
A.      MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG
1. Pengertian Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran langsung merupakan model pembelajaran yang lebih berpusat pada guru dan lebih mengutamakan strategi pembelajaran efektif guna memperluas informasi materi ajar.
2. Macam-Macam Pembelajaran Langsung
Adapun macam-macam pembelajaran langsung antara lain :
  1. Ceramah, merupakan suatu cara penyampaian informasi dengan lisan dari seorang kepada sejumlah pendengar.
  2. Praktek dan latihan, merupakan suatu teknik untuk membantu siswa agar dapat menghitung dengan cepat yaitu dengan banyak latihan dan mengerjakan soal.
  3. Ekspositori, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit.
  4. Demonstrasi, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah dan ekspositori, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit dan siswa lebih banyak dilibatkan.
  5. Questioner
  6.  Mencongak

3.      Ciri-Ciri pada Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran langsung mempunyai ciri-ciri, antara lain :
  1. Proses pembelajaran didominasi oleh keaktifan guru.
  2. Suasana kelas ditentukan oleh guru sebagai perancang kondisi.
  3. Lebih mengutamakan keluasan materi ajar daripada proses terjadinya pembelajaran.
  4. Materi ajar bersumber dari guru.
4.      Tujuan Pembelajaran Langsung
Model pembelajaran langsung dikembangkan untuk mengefisienkan materi ajar agar sesuai dengan waktu yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Dengan model ini cakupan materi ajar yang disampaikan lebih luas dibandingkan dengan model-model pembelajaran yang lain.

  • B.       MODEL PEMBELAJARAN KOOPERA
  •  
  •  
    1.  
    2.  
    3.  
    4.  
    5.  
    6.  
    7.  
    8.  
    9.  
    10.  
    11.  
    12.  

  1. 1.      Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak­tidaknya tiga tujuan penting pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim, dkk, 2000:7).
Menurut Slavin (1997), pembelajaran kooperatif, merupakan model pembelajaran dengan siswa bekerja dalam kelompok yang memiliki kemampuan heterogen.
Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning mengacu pada model pengajaran, siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar (Nur dan Wikandari, 2000:25).
Eggen dan Kauchak (1993: 319) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling membantu dalam mempelajari sesuatu.

2.      Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif
Ada 4 macam model pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Arends (2001), yaitu;
  1. Student Teams Achievement Division (STAD)
  2. Group Investigation
  3. Jigsaw
  4. Structural Approach
Sedangkan dua pendekatan lain yang dirancang untuk kelas-kelas rendah adalah;
  1. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) digunakan pada pembelajaran membaca dan menulis pada tingkatan 2-8 (setingkat TK sampai SD), dan
  2. Team Accelerated Instruction (TAI) digunakan pada pembelajaran matematika untuk tingkat 3-6 (setingkat TK).
Model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan, dan struktur penghargaan (Arends, 1997: 110-111).
Struktur tugas mengacu pada cara pengaturan pembelajaran dan jenis kegiatan siswa dalam kelas
Struktur tujuan, yaitu sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai oleh siswa dan guru pada akhir pembelajaran atau saat siswa menyelesaikan pekerjaannya. Ada tiga macam struktur tujuan, yaitu:
  1. Struktur tujuan individualistik
  2. Struktur tujuan kompetitif
  3. Struktur tujuan kooperatif
Struktur penghargaan kooperatif, yaitu penghargaan yang diberikan pada kelompok jika keberhasilan kelompok sebagai akibat keberhasilan bersama anggota kelompok.

3.          Ciri-Ciri dan Tahapan pada Model Kooperatif
Menurut Arends (1997: 111), pembelajaran yang menggunakan model kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
§ siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajar,
§ kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah,
§ jika mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda-beda,
§ penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.
Pembelajaran kooperatif dilaksanakan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut (Ibrahim, M., dkk., 2000: 10)
1          Menyampaikan tujuan pembelajaran dan perlengkapan pembelajaran.
2          Menyampaikan informasi.
3          Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
4          Membantu siswa belajar dan bekerja dalam kelompok.
5          Evaluasi atau memberikan umpan balik.
6          Memberikan penghargaan.

4.          Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak­tidaknya tiga tujuan pembelajaran yang disarikan dalam Ibrahim, dkk (2000:7-8) sebagai berikut:
  1. Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit.
  2. Penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda menurut ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, maupun ketidakmampuan. Mengajarkan untuk saling menghargai satu sama lain.
  3. Mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan ini penting karena banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial.
5.          Ketrampilan Pembelajaran Kooperatif
Melalui model ini diharapkan tidak cuma kemampuan akademik yang dimiliki siswa tetapi juga ketrampilan yang lain.  Keterampilan-keterampilan itu menurut Ibrahim, dkk. (2000:47-55), antara lain:
1        Keterampilan-keterampilan Sosial
2        Keterampilan Berbagi
3        Keterampilan Berperan Serta
4        Keterampilan-keterampilan Komunikasi
5        Pembangunan Tim
6        Keterampilan-keterampilan Kelompok

C.      MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH
1.      Pengertian Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks (Ratumanan, 2002 : 123).
2.      Macam-Macam Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Macam-macam pembelajaran berdasarkan masalah Menurut Arends (1997), antara lain :
  1. Pembelajaran berdasarkan proyek (project-based instruction), pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya.
  2. pembelajaran berdasarkan pengalaman (experience-based instruction), pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa melakukan percobaan guna mendapatkan kesimpulan yang benar dan nyata.
  3. belajar otentik (authentic learning), pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa mengembangkan ketrampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting dalam konsteks kehidupan nyata.
  4. Pembelajaran bermakna (anchored instruction), pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna.

3.      Ciri-Ciri dan Tahapan pada Pembelajaran Berdasarkan Masalah
ciri-ciri dari model pembelajaran berdasarkan masalah menurut Arends (2001 : 349), antara lain :
  1. Pengajuan pertanyaan atau masalah.
  2.  Berfokus pada keterkaitan antar disiplin.
  3. Penyelidikan autentik. Pembelajaran berdasarkan masalah mengharuskan siswa melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah, mengembangkan hipotesis, dan membuat ramalan, mengumpul dan menganalisa informasi, melakukan eksperimen (jika diperlukan), membuat inferensi, dan merumuskan kesimpulan.
  4. Menghasilkan produk dan memamerkannya.
  5. Kolaborasi. Pembelajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja sama satu dengan yang lainnya, paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Bekerja sama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan dialog dan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan ketrampilan berfikir.
Pengajaran berdasarkan masalah terdiri dari 5 langkah utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa. Kelima langkah tersebut dijelaskan berdasarkan langkah-langkah berikut.
  1. Tahap-1 Orientasi siswa pada masalah - Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan
  2.  Tahap-2 Mengorganisasi siswa untuk belajar - Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
  3. Tahap-3 Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok.Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
  4. Tahap-4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. - Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
  5. Tahap-5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. - Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. (Sumber: Ibrahim, 2000 : 13).

4.      Tujuan Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pembelajaran berdasarkan masalah dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan keterampilan intelektual; belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi; dan menjadi pebelajar yang otonom dan Menurut Sudjana manfaat khusus yang diperoleh dari metode Dewey adalah metode pemecahan masalah. Tugas guru adalah membantu para siswa merumuskan tugas-tugas, dan bukan menyajikan tugas-tugas pelajaran. Objek pelajaran tidak dipelajari dari buku, tetapi dari masalah yang ada di sekitarnya.

5.      Peran Guru dalam Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Menurut Ibrahim (2003:15), di dalam kelas PBI, peran guru berbeda dengan kelas tradisional. Peran guru di dalam kelas PBI antara lain sebagai berikut:
  1. Mengajukan masalah atau mengorientasikan siswa kepada masalah autentik, yaitu masalah kehidupan nyata sehari-hari.
  2. Memfasilitasi/membimbing penyelidikan misalnya melakukan pengamatan atau melakukan eksperimen/ percobaan.
  3.  Memfasilitasi dialog siswa.
  4. Mendukung belajar siswa.

Video pembahasan soal deret geometri

Maret 05, 2016 0

Deret Geometri

Deret geometri atau disebut deret ukur dalam matematika adalah urutan bilangan dimana bilangan berikutnya merupakan perkalian dari bilangan sebelumnya dengan suatu bilangan rasio tertentu. Postingan ini berisi video pembahasan contoh soal deret geometri yang dapat digunakan sebagai bahan belajar tambahan bagi siswa yang ingin memperoleh informasi tambahan mengenai deret geometri. Video ini juga dapat dijadikan bahan belajar untuk menghadapi berbagai  ulangan disekolah seperti ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, Ulangan kenaikan kelas, Ujian Nasional dan ulangan lainnya. Berikut adalah video pembahasan contoh soal deret geometri.

Pembahasan soal deret geometri 1

Video pembahasan contoh soal barisan/deret aritmetika

Maret 05, 2016 0

Barisan dan deret aritmetika

Barisan bilangan adalah urutan bilangan dengan aturan tertentu. Barisan aritmetika adalah suatu barisan bilangan yang setiap pasangan suku-suku yang berurutan memiliki selisih yang sama. Contoh barisan aritmetika adalah 1, 3, 5, 7, 9. Perhatikan bahwa setiap suku yang berdekatan memiliki selisih yang sama yaitu 2. Selisih ini disebut dengan beda dan disimbolkan dengan b. Deret aritmetika adalah penjumlahan dari semua anggota barisan aritmetika secara berurutan. Contoh deret aritmetika adalah 1 + 3 + 5 + 7 + 9.

Postingan ini berisi video pembahasan contoh soal barisan dan deret aritmetika. Video ini dapat dijadikan bahan belajar tambahan bagi siswa yang ingin mendapat informasi tambahan tentang barisan dan deret aritmetika. Video ini juga dapat dijadikan bahan belajar siswa dalam menghadapi berbagai ulangan disekolah seperti ulangan harian, UTS, UKK, UN dan lainnya. Berikut adalah video pembahasan contoh soal barisan dan deret aritmetika.

Pembahasan contoh soal barisan aritmetika 1