Tampilkan postingan dengan label Bidang Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bidang Biologi. Tampilkan semua postingan
Biografi Singkat Alexander Fleming: Penemu Penisillin

Biografi Singkat Alexander Fleming: Penemu Penisillin

September 19, 2012 0
Alexander Fleming (1881 - 1955) pertama kali mempelajari pengaruh jamur terhadap bakteri secara ilmiah pada tahun 1928. Pada saat itu, ia mencoba menyelidiki pengaruh jamur Penicillium notatum terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Dalam penelitiannya tersebut diketahui bahwa ekstrak dari jamur Penicillium mampu menghancurkan koloni Staphylococcus. Ekstrak itulah yang sekarang dikenal dengan nama penisillin, yaitu semacam antibiotik.

Antibiotik dalam bidang kesehatan digunakan untuk melawan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Dalam hal ini, penisillin digunakan untuk melawan penyakit semacam sifilis dan penyakit scarlet fever. Antibiotik lainnya, seperti streptomisin digunakan untuk penyakit tuberkulosis. Antibiotik tidak sepenuhnya dapat digunakan untuk melawan virus.

Karena keberhasilannya menemukan penisillin akhirnya Alexander Fleming mendapatkan hadiah Nobel dalam bidang kesehatan.
Biografi Singkat Alexander Fleming: Penemu Penisillin
Sebagai pengetahuan, ada beberapa jenis Penicillium, di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum, mampu menghasilkan antibiotik penisilin.
  2. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti bermanfaat dalam memberi ciri rasa atau mengharumkan keju, yaitu dengan cara menurunkan kadar kasein pada bahan keju.
*) Dari berbagai sumber
Biografi Abu Khayr: Dokter Botani Islam

Biografi Abu Khayr: Dokter Botani Islam

September 16, 2012 0
Nama lengkap Abu Khayr adalah Abu al-Khayr al-Isybili asy-Syajjar. Ia berasal dari Seville, Spanyol, dan diperkirakan hidup pada pertengahan abad XII. Semasa hidupnya, Abu Khayr mengabdikan diri untuk meneliti tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan karya-karya yang berhubungan dengan botani. Karya-karyanya terkenal di Arab dan Eropa.

Abu Khayr dikenal sebagai seorang dokter botani dan pakar masalah pertanian. Sehubungan dengan itu, ia menulis buku yang membahas masalah-masalah pertanian. Sebagai seorang ahli botani, Abu Khayr mencoba mengklasifikasikan tumbuhan berdasarkan habitat dan proses perkembangbiakannya sehingga dapat diketahui mekanisme tumbuhan tersebut. Ia meneliti beberapa tumbuhan sekaligus dengan cara membiarkan mereka tumbuh dengan beragam cara, seperti pembibitan atau pembenihan, pemotongan tangkai, dan dibiarkan tumbuh alami.

Al-Filaha adalah salah satu karya Abu Khayr. Karya ini masih tersimpan di Bibliotheque, Paris, Perancis. Selain itu, ada pula karya Khayr yang tersimpan di Perpustakaan Masjid Zaitun, Tunisia, dan beberapa perpustakaan swasta di Afrika Utara. Karya-karya Abu Khayr dianggap sebagai buku panduan tentang tumbuhan yang berisi lima hal penting.
Biografi Abu Khayr: Dokter Botani Islam
Pertama, pengetahuan umum tentang dunia botani, seperti waktu hidup satu jenis tumbuhan, pengaruh bulan terhadap pertumbuhannya, waktu yang tepat menghasilkan buah, faktor perusak, hingga ciri-ciri suatu jenis tumbuhan. Kedua, cara penanaman, pelapisan (layering), pembabatan atau pemangkasan, hingga pencangkokan (grafting) yang tepat sesuai jenis tumbuhan. Selain itu, Ketiga, Abu Khayr juga menjelaskan bagaimana cara mengawetkan buah dan sayur sesuai jenis dan aroma tumbuhan tersebut. Keempat, tentang binatang yang bermanfaat dan yang merusak tumbuhan, seperti burung, serangga, binatang pengerat, reptil, dan mamalia. Kelima, tentang tanda-tanda astrologi dan meteorologi yang diperhatikan saat hendak menanam dan memanen.

Selama proses penyusunan buku tersebut, Abu al-Khayr banyak melakukan observasi ke kebun, halaman rumah, hingga hutan-hutan al-Jarafe di asy-Syarafah (sebuah daerah kawasan Seville, Spanyol). Sementara itu, sebagai bahan rujukan, ia menggunakan sejumlah buku penuntun, seperti kitab karangan Abu Hanif ad-Dinawari (an-Nabat), Aristoteles, Anatolius, dan Ibnu Wasyiya (al-Filahah an-Nabatiyyah).

Abu Khayr juga dikenal sebagai seorang dokter yang menyusun kamus obat-obatan. Ia menggolongkan obat-obatan berdasarkan efek samping dan bahaya yang ditimbulkan. Untuk obat yang tergolong keras, Abu Khayr menghimbau agar obat tersebut tidak diperjualbelikan secara bebas, kecuali atas anjuran dokter atau ahli pengobatan.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
Biografi Carolus Linnaeus: Ahli Taksonomi Swedia

Biografi Carolus Linnaeus: Ahli Taksonomi Swedia

September 16, 2012 0
Carolus Linnaeus (1707 - 1778) adalah seorang ahli taksonomi dan botani berkebangsaan Swedia. Dia adalah orang yang memperkenalkan cara pemberian nama dan pengklasifikasian makhluk hidup. Linnaeus (nama aslinya Carl Von Linne yang dilatinkan menjadi Carolus Linnaeus) telah menghabiskan masa kecilnya dengan mengumpulkan aneka tumbuhan dan hewan, sebelum ia belajar hingga meraih doktor pada Universitas Uppsala.

Pada tahun 1741, Linnaeus diangkat menjadi profesor di bidang kedokteran dan botani pada universitas yang sama. Ia juga menghabiskan sebagain waktunya untuk belajar ekologi dan penyebaran tumbuhan. Linnaeus telah mempelajari hampir 8.000 spesies tumbuhan dan 4.000 spesies hewan, dengan memberikan nama ilmiah dalam dua kata. Misalnya, ia menamai serigala liar Canis lupus dan serigala yang mirip anjing Canis aureus. Canis adalah nama genus yang dimiliki hewan dan lupus atau aureus merupakan nama spesifik yang menunjukkan hubungan antar anggota.

Klasifikasi modern dimulai pada tahun 1758, yakni ketika C. Linnaeus mempublikasikan bukunya berjudul Systema Naturae, edisi ke-10. Jika dalam edisi sebelumnya Linnaeus menggunakan sistem banyak suku nama (polinomial sistem) maka dalam edisi ke-10 ini ia memperkenalkan sistem dua suku nama.
Biografi Carolus Linnaeus: Ahli Taksonomi Swedia
Menurut Linnaeus, spesies merupakan unit dasar dari klasifikasi. Spesies diartikan sebagai sebuah populasi dari makhluk hidup yang mampu melakukan perkawinan secara alami antar sesamanya (interbreding) dan menghasilkan keturunan yang fertil. Selanjutnya, setiap spesies yang ditemukannya dilengkapi dengan pemberian nama dengan menggunakan bahasa Latin atau dilatinkan. Sistem pemberian nama spesies tersebut dikenal dengan istilah binomial nomenklatur.

Dalam menyusun klasifikasinya, Linnaeus sangat memperhatikan urutan atau tingkatan kelompok makhluk hidup. Ia mengelompokkan hewan dan tumbuhan menurut spesies, genus, famili, ordo, dan kelas. Setiap kelas ditempatkan ke dalam filum atau divisi. Selanjutnya beberapa filum atau divisi ditempatkan lagi pada urutan tertinggi yang disebut kingdom atau kerajaan, atau dunia. Dalam penyusunan klasifikasinya, Linnaeus juga memfokuskan perhatiannya pada sistem alat perkembangbiakan makhluk hidup. Misalnya, pada tumbuhan berdasarkan warna bunga, bentuk bunga, banyak benang sari, dan bentuk putik. Itulah sebabnya sistem klasifikasi yang ia kemukakan disebut juga "sistem klasifikasi seksual".

*) Dari berbagai sumber