Tampilkan postingan dengan label Bidang Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bidang Sejarah. Tampilkan semua postingan
Biografi Ibnu Qutaybah: Sejarawan Ulung dari Persia

Biografi Ibnu Qutaybah: Sejarawan Ulung dari Persia

Maret 22, 2013 0
Ibnu Qutaybah lahir pada tahun 213 di Kufah. Ia adalah salah satu sejarawan keturunan Persia dan bernama lengkap Abu Muhammad Abdullah bin Muslim bin Qutaybah ad-Dainuri. Meskipun berasal dari Persia, Ibnu Qutaybah tidak menghabiskan banyak waktu di tanah kelahirannya. Ia justru memilih tinggal di Baghdad sembari belajar ilmu hadits, fikih, bahasa, tafsir, tata bahasa, sastra, dan sejarah. Setelah membekali dirinya dengan berbagai ilmu, Ibnu Qutaybah meninggalkan Baghdad menuju sebuah daerah di dataran tinggi Dainur. Di tempat ini, Ibnu Qutaybah menyelesaikan beberapa bukunya.

Semasa hidupnya, Ibnu Qutaybah menghasilkan sejumlah buku sejarah. Karya-karyanya antara lain: al-Anwa' al-Ma'ani al-Kabir, Syakluk Qur'an, Gharibul Qur'an, Ta'wil Mukhtalif al-Hadis, Fadlul Arab, al-Syi'ru wa al-Syu'ara, Uyun al-Akhbar, al-Ma'arif, dan al-Radd 'Ala Jahmiyah wa al-Muasyabbihah. Dari semua karyanya itu, Uyun al-Akhbar dianggap sebagai karya sastra pilihan. Buku ini terbagi atas empat jilid. Jilid pertama membahas masalah kekuasaan, perang, kebangsaan, dan keningratan. Jilid kedua membahas tentang etika, perwatakan, pengetahuan, sejumlah khutbah yang terkenal dalam sejarah Islam, dan beberapa nasihat hidup yang berharga. Jilid ketiga membahas masalah persaudaraan dan hubungan sosial kemasyarakatan. Sementara itu, jilid keempat khusus membahas masalah perempuan.

Dalam Uyun al-Akhbar, Ibnu Qutaybah juga memasukkan sejumlah ungkapan yang dikutipnya dari buku Persia dan India, dari orang Yahudi dan Nasrani, serta dari peradaban Yunani dan Arab. Ibnu Qutaybah telah membaca sejumlah kitab suci, seperti Taurat dan Injil, dan mengutip beberapa perkataan bijak yang ada di dalamnya. Tak hanya itu, ia juga banyak mengutip pendapat para pendeta dan rahib, mengutip doa Isa, Daud, dan Yusuf, serta mengutip secara utuh beberapa paragraf dari kitab suci. Hal inilah yang menyebabkan nama Ibnu Qutaybah dikenal sebagai seorang sastrawan yang ahli menggabungkan unsur budaya dan agama dalam sebuah karya. Selain itu, Ibnu Qutaybah juga dikenal sebagai penulis yang menyenangi humor. Dalam Uyun al-Akhbar, ia menyelipkan beberapa humor dengan tujuan menghibur para pembacanya. Akan tetapi, pada halaman selanjutnya ia mereasa tidak enak dengan humornya itu dan meminta maaf kepada para pembaca. Ia memberi alasan bahwa melucu adalah perbuatan halal, kecuali dilakukan ketika sedang mengkaji alquran, hadits, dan hukum agama. Selanjutnya, ia berbicara tentang dunia dan seluk beluknya, juga tentang cara membangun akhlak yang mulia.
Biografi Ibnu Qutaybah: Sejarawan Ulung dari Persia
Salah satu karya Ibnu Qutaybah sempat memicu kontroversi sejumlah orang, yang kemudian membuat keyakinannya dipertanyakan. Kontroversi tersebut bersumber dari sebuah tulisan dalam bukunya yang berjudul Musykil al-Qur'an. Tulisan tersebut berbunyi, "Dahulu, para sahabat Rasulullah saw. adalah pelita di bumi. Namun, hanya sebagian kecil dari mereka yang membaca alquran hingga dua, tiga, atau empat surat, bahkan ada yang hanya membaca satu baris. Tidak semua Khulafa al-Rasyidin membaca alquran hingga tamat, kecuali Usman. Al-Sya'bi bersumpah bahwa Ali bin Abi Thalib meninggal dunia dalam keadaan tidak hafal alquran."

Namun, terlepas dari kontroversi tersebut, Ibnu Qutaybah adalah seorang penulis yang telah menyumbangkan sejumlah karya yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu sejarah dan geografi.
Biografi Ibnu Said Al-Maghribi: Ahli Sejarah dan Penyair Islam dari Andalusia

Biografi Ibnu Said Al-Maghribi: Ahli Sejarah dan Penyair Islam dari Andalusia

September 03, 2012 0
Nama lengkap Ibnu Said al-Maghribi adalah Abu al-Hasan Ali bin Musa bin Muhammad bin Abdul Malik bin Said al-Maghribi. Ia adalah seorang ahli sejarah dan geografi. Selain itu, ia juga dikenal sebagai penyair Andalusia. Ibnu Said lahir pada tahun 1231 (610 H) di sebuah perkampungan dekat kota Granada. Keluarganya adalah keturunan Ammar bin Yassir.

Ibnu Said menghabiskan masa mudanya di Spanyol. Di sana, ia menuntut ilmu dan melakukan aktifitas intelektual lainnya. Pada tahun 1241 (639 H), Ibnu Said meninggalkan Spanyol untuk melaksanakan ibadah haji bersama ayahnya, yang kemudian meninggal dalam perjalanan. Tanpa diduga, begitu tiba di Kairo, Ibnu Said mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang ternyata telah mengenal salah satu karyanya yang berjudul Kitab al-Maghrib fi Hula al-Maghrib. Di kota itulah namanya mulai terkenal untuk pertama kali.

Kitab al-Maghrib fi Hula al-Maghrib adalah sebuah karya yang berkali-kali direvisi oleh penulisnya. Pada tahun 1249 (648 H), al-Maghribi mulai melakukan perjalanan panjang dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi dan bahan sebanyak-banyaknya untuk menulis buku. Ia meninggalkan Mesir menuju Irak, Suriah, dan sejumlah negara lain. Semula, buku tersebut disusun ayahnya, tapi kemudian ditinggalkan tanpa pernah diselesaikan. Kitab al-Maghrib fi Hula al-Maghrib tidak pernah muncul dalam bentuk asli yang terjilid utuh, tapi dalam bentuk manuskrip yang dijumpai di Kairo.
Biografi Ibnu Said Al-Maghribi: Ahli Sejarah dan Penyair Islam dari Andalusia
Sebagai seorang penyair, Ibnu Said menulis beragam jenis syair, baik yang bertema klise, ekspresi nostalgia terhadap kampung halaman, maupun ungkapan perasaannya. Namun, karya-karya Ibnu Said yang banyak ditemukan dan diterbitkan kembali di kemudian hari adalah karya yang berbentuk tulisan ilmiah dan populer.

Riwayat al-Mubarrizin wa Ghayat al-Mumayyizin adalah salah satu karya Ibnu Said yang telah diterjemahkan dalam bahasa Spanyol oleh E. Garcia Gomez di Madrid (1942) dan dalam bahasa Inggris oleh A. J. Arberry di Cambridge. Karya Ibnu Said lainnya adalah Unwan al-Murkisat wa al-Mutribat yang terbit di Kairo pada tahun 1286. Karya ini telah diedit dan diterjemahkan dalam bahasa Perancis oleh A. Mahdad (1949). Sementara itu, al-Ghusun al-Yani’a fi Mahasin Syu’ara al-Mi’a as-Sabi’a dan Ikhtisar al-Kidh al-Mualla fi at-Tarikh al-Muhalla adalah dua karya Ibnu Said yang diedit kembali oleh Ibrahim Ibyari (Kairo, 1955 dan 1959). Pada tahun 1953 dan 1958, karyanya yang berjudul Mukhtasar Jughrafiyah juga diedit dan sebagian diterjemahkan dalam bahasa Spanyol oleh J. Vernet G. Potrian, yang juga menerjemahkan karya yang sama tapi dalam bahasa Perancis. Sebagian besar karya Ibnu Said berisi biografi para sarjana terkenal yang hidup pada masa itu dan cerita keluarga si penulis serta perjalanannya ke Mekkah.

Ibnu Said meninggal dunia pada tahun 1286 (685 H).

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
Biografi Abu Fida': Sultan yang Ahli Sejarah

Biografi Abu Fida': Sultan yang Ahli Sejarah

Agustus 31, 2012 0
Abu Fida’ adalah seorang pangeran Suriah yang mahir sejarah dan geografi. Ia lahir pada bulan November 1273 di Damaskus. Nama lengkapnya adalah Ismail bin al-Afdal Ali bin al-Muzaffar Mahmud bin al-Mansur Muhammad bin Taki ad-Din Umar bin Syahansyah bin Ayyub al-Malik al-Mu’ayyad Imaduddin Abu al-Fida’. Ia adalah putra Malikul Afdal, saudara dari pangeran Hammah, yang kembali ke Damaskus setelah kepergiannya ke Mongol. Ia juga cucu keluarga Ayyub, ayah Saladin (Sultan Shalahudin al-Ayyubi).

Sebagai pangeran Suriah, Abu Fida’ telah dipersiapkan menjadi pemimpin sejak kecil. Pada usia 12 tahun, Abu Fida’ ikut bergabung dalam rombongan ayah dan saudara sepupunya, al-Muzaffar Mahmud II, yang akan menyerbu benteng St. John dalam peristiwa Perang Salib di Tripoli. Pada tahun 1310, ia diangkat menjadi Gubernur Hammah. Dua tahun kemudian, posisinya dinaikkan menjadi pangeran. Ia diberi gelar Malik ash-Shalih. Pada tahun 1319-1320, ia berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji bersama Sultan Muhammad. Pada tanggal 28 Februari 1320 (17 Muharram 720 H), dalam perjalanannya kembali ke Kairo, ia diberi lencana kesultanan dan dianugerahi gelar al-Malik al-Mu’ayyad.

Selama kurang lebih 21 tahun, Abu Fida’ menjalankan tugasnya sebagai pemimpin rakyat. Meskipun begitu, ia masih sempat membaca dan menulis di sela-sela waktu luang. Ia menulis sejumlah karya sejarah dan menyempurnakan karya-karya pendahulunya. Salah satu karya penting yang dihasilkan Abu Fida’ adalah sebuah karya gubahan berjudul al-Hawi, yang berasal dari karya al-Mawardi. Selain itu, ia juga menghasilkan dua karya yang berjudul Mukhtasar Tarikh al-Basar dan Takwim al-Buldan, yang kemudian melambungkan namanya. Keduanya merupakan karya kompilasi besar dan disempurnakan di kemudian hari.
Biografi Abu Fida': Sultan yang Ahli Sejarah
Mukhtasar Tarikh al-Basar adalah sebuah buku sejarah dunia yang mencakup periode pra Islam dan Islam (sebelum tahun 1329). Buku yang diterbitkan di Istambul ini menjadi salah satu sumber acuan bagi para ilmuwan Barat abad XVIII. Sementara itu, Takwim al-Buldan adalah sebuah buku geografi yang dilengkapi data-data dalam bentuk tabel matematika dan fisika.

Karya geografi Abu Fida’ lainnya yang juga terkenal adalah Introduction General ala Geographis des Orintaux. Para ilmuwan Barat memuji karya ini sebagai tulisan yang mengagumkan. Abu Fida’ pun diberi gelar The Greatest Geographer of His Age. Di kemudian hari, sebagian besar karya Abu Fida’ diterjemahkan dalam bahasa Perancis dan tersimpan rapi di perpustakaan Paris.

Abu Fida’ meninggal dunia pada tahun 1327.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim
Biografi Al-Mas'udi: Sejarawan dan Pengembara Muslim

Biografi Al-Mas'udi: Sejarawan dan Pengembara Muslim

Agustus 25, 2012 0
Al-Mas’udi dikenal sebagai sejarawan dan ahli geografi Arab. Ia dilahirkan di Baghdad, Irak, pada akhir abad XIX. Nama lengkapnya adalah Abu al-Hasan Ali bin Husein Ibnu Ali Mas’udi. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, al-Mas’udi tertarik mempelajari sejarah dan adat-istiadat masyarakat suatu tempat. Hal inilah yang mendorongnya untuk mengembara dari satu negeri ke negeri lain, mulai dari Persia, Istakhr, Multan, Manura, Ceylon, Madagaskar, Oman, Caspia, Tiberias, Damaskus, Mesir, dan berakhir di Suriah. Dalam pengembaraannya, al-Mas’udi mempelajari ajaran Kristen dan Yahudi, serta sejarah negara-negara Barat dan Timur.

Kitab Akhbar az-Zaman adalah salah satu karya al-Mas’udi yang terdiri dari tiga puluh jilid. Buku ini berisi uraian sejarah dunia. Karya lainnya adalah Kitab al-Ausat, yang berisi kronologi sejarah umum. Pada tahun 947, kedua karya tersebut digabungkan menjadi satu dalam sebuah buku yang berjudul Muruj adz-Dzahab wa Ma’adin atau Meadows of Gold and Mines of Precious Stones (Padang Rumput Emas dan Tambang Batu Mulia). Pada tahun 956, karya ini direvisi kembali dan diberikan sejumlah tambahan oleh penulisnya.

Muruj adz-Dzahab wa Ma’adin dianggap sebagai buku yang memberikan dasar-dasar teori evolusi. Dengan pertimbangan tersebut, buku ini diterbitkan kembali di Kairo (1866) dan diterjemahkan dalam bahasa Perancis oleh C.B. de Maynard dan P. de Courteille. Hasil terjemahan itu kemudian dibagi menjadi sembilan jilid dan dicetak di Paris (1861-1877). Buku jilid pertama sempat diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh A. Sprenger dan dicetak di London.
Biografi Al-Mas'udi: Sejarawan dan Pengembara Muslim
Selain Muruj adz-Dzahab wa Ma’adin, karya al-Mas’udi lainnya adalah Kitab at-Tanbih wa al-Isyraf (Book of Indication and Revision), yaitu sebuah buku yang berisi ringkasan koreksi terhadap tulisannya yang lain. Buku ini juga memaparkan garis besar pandangan filsafat al-Mas’udi tentang alam dan sejumlah pemikiran evolusinya. Di kemudian hari, buku ini diedit oleh M.J. de Geoje, sebelum kemudian diterjemahkan dalam bahasa Perancis oleh Carra de Vaux pada tahun 1896.

Al-Mas’udi meninggal dunia pada tahun 956.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim