Tampilkan postingan dengan label ciri-ciri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ciri-ciri. Tampilkan semua postingan
Ciri-ciri Tumbuhan Paku ( Divisi Pteridophyta )

Ciri-ciri Tumbuhan Paku ( Divisi Pteridophyta )

Februari 28, 2014 0
Perhatikan dan cermati gambar di bawah ini !
http://ceritanyaastriaatr.blogspot.com/
Tentu anda sudah mengenal tanaman yang satu ini.
Ya….tanaman ini adalah satu contoh anggota dari divisi pteridophyta atau masyarakat awam menyebutnya sebagai paku-pakuan.

Bagaimana ciri-ciri  umum divisi pteridophyta ?
Seperti halnya tumbuhan lain, divisi pteridophyta merupakan tumbuhan yang menampakkan ciri-ciri umum sebagai berikut :

Secara morfologis tumbuhan paku berwarna hijau muda hingga hijau tua. Warna hijau disebabkan oleh adanya kandungan pigmen klorofil terutama yang terdapat di dalam sel-sel daunnya. Karena berklorofil maka tumbuhan paku hidup sebagai autotrof dalam arti mampu mensistesis bahan makanannya sendiri  dengan cara  melakukan fotosintesis,

Secara anatomis, tumbuhan paku tersusun atas banyak sel ( multiseluler) yang telah terdeferensiasi  membentuk beberapa macam jaringan meskipun sederhana.

Struktur tubuh tumbuhan paku tersusun atas akar, batang dan daun sejati  karena memiliki jaringan pengangkut xylem dan floem yang bertipe konsentris karena xylem dikelilingi oleh floem  ( Tracheophyta ). Mempunyai akar tongkat yang disebut rhizome. Daun yang masih muda Nampak menggulung pada bagian ujungnya. Selain itu terdapat  daun kecil ( mikrofil ) dan daun besar ( makrofil), memiliki daging daun yang disebut mesofil, ada juga  daun yang berguna untuk melakukan fotosintesis ( tropofil ), dan daun yang menghasilkan spora ( sporofil ) dan membentuk kotak spora ( sporangium ) yang terkumpul dalam sorus ( sori, jamak ) terlindung oleh selaput indusium. Bagian-bagian sporangium antara lain : Sporangium ditopang oleh tangkai spora ( sporongiofor ), operculum( tutup kotak spora ), peristom ( gerigi yang melingkari operculum ) dan annulus yaitu sederet sel mati yang mengelilingi sporangium yang berguna untuk melemparkan spora keluar dari sporangium.

Tumbuhan paku berkembang biak dengan membentuk spora dengan generasi sporofit yang dominan ( Kormophyta berspora ). Selama masa hidupnya, tumbuhan paku  mengalami dua fase kehidupan yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit merupakan fase kehidupan di mana tumbuhan paku membentuk spora pada bagian tertentu dari daunnya ( sporofil ), dan generasi sporofit ini merupakan generasi dominan. Jadi tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari adalah merupakan generasi sporofitnya. Generasi gametofit merupakan fase kehidupan dimana tumbuhan paku dalam bentuk protalium ( yang berasal dari perkecambahan spora ) membentuk alat kelamin jantan ( antheridium ) yang menghasilkan spermatozoid dan alat kelamin betina ( arkegonium ) yang menghasilkan ovum. Peleburan spermatozoid dan ovum membentuk gamet yang selanjutnya akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan paku muda.

Dari segi habitat hamper semua tumbuhan paku  hidup di lingkungan lembab dengan intensitas cahaya rendah. Beberapa di antaranya ada yang mampu hidup di tempat yang tumbuhan lain tidak mampu hidup, seperti di genteng, tembok rumah/pagar, batu dan lain sebagainya.

Inilah beberapa cirri penting dari divisi pteridophyta ( tumbuhan paku ).
FILUM MOLLUSCA

FILUM MOLLUSCA

April 26, 2011 0

Ciri-ciri filum Mollusca :
  • triploblastik, tubuh terdiri dari 3 lapisan ( ektoderm , mesoderm dan endoderm dengan rongga tubuh / selom
  • tubuh lunak, tidak bersegmen
ada yang memiliki cangkok ada yang tidak

Reproduksi :
seksual : dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina, ada hewan jantan dan betina

Klasifikasi , dibagi menjadi 3 kelas sbb :
Tabel Kelas dari filum Mollusca dan ciri-cirinya

KELAS
CIRI-CIRI

Contoh genus / species

alat gerak/kaki

cangkok
Ciri lain

Pelecypoda/ Bivalvia / Lamellibranchiata

Berbentuk Pipih / pelecy

Berjumlah sepasang/ bivalva( terdiri dari 3 lapisan : periostrakum, prismatik dan nakreas )

Insang berbentuk lembaran ( lamella ),
Hidup di perairan tawar maupun laut

Margaritifera sp
 ( tiram mutiara )

Gastropoda

Perut /gaster sebagai alat gerak

Cangkok berulir,
: hanya
Vaginula sp yang tidak bercangkok

Alat pernapasan berupa paru-paru,
Hidup di darat/perairan

Achatina fulica
( bekicot )
Lymneae sp
( siput )

Cephalopoda

Tentakel yang berada di daerah kepala sekitar mulut

Tidak mempunyai cangkok,
( kecuali Nautilus sp

Mempunyai alat pertahanan berupa cairan tinta

Loligo indica
( cumi-cumi )
Octopus sp
( gurita )

Peranan anggota filum Mollusca :
  • sebagian besar menguntungkan manusia : dapat dimakan , pengobatan/bahan obat ,penghasil mutiara / perhiasan, cangkoknya untuk hiasan
  • beberapa diantaranya ada yang merugikan : merusak tanaman pertanian ( bekicot, keong emas )
  • beberapa angggota mollusca memiliki cangkang yang banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk membuat cindera mata
Ciri-ciri Tumbuhan Berbiji

Ciri-ciri Tumbuhan Berbiji

Maret 21, 2011 0
Tumbuhan Berbiji atau Spermatophyta merupakan kelompok tumbuhan yang menghasilkan biji  sebagai alat perkembangbiakan. Biji terbentuk melalui proses pembuahan ( fertilisasi ) yang diawali dengan proses penyerbukan ( persarian ).Kedua proses tersebut bisa terjadi lantaran mereka memiliki bunga, sehingga tumbuhan berbiji juga disebut sebagai tumbuhan berbunga ( Anthophyta )

Tumbuhan berbiji merupakan Kormophyta sejati karena tubuhnya tersusun atas bagian akar, batang, daun sejati yang dilengkapi dengan jaringan pembuluh pengangkut xilem dan floem untuk mengangkut air, mineral, makanan dan bahan-bahan lainnya.
Tumbuhan berbiji dapat melakukan reproduksi baik secara seksual ( generatif ) maupun aseksual ( vegetatif ).
Reproduksi generatif diawali dengan penyerbukan ( persarian ) yaitu sampainya serbuk sari ke tempat tujuannya ( kepala sari pada tumbuhan berbiji tertutup atau tetes penyerbukan pada tumbuhan berbiji terbuka ).Setelah terjadi penyerbukan, akan dilanjutkan dengan proses pembuahan ( fertilisasi ) yaitu peleburan sel sperma dengan sel telur membentuk zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio ( calon tumbuhan baru ). Atas dasar inilah, tumbuhan berbiji disebut juga dengan nama embryophyta siphonogama ( : tumbuhan yang memiliki embrio dan perkawinannya melalui suatu pembuluh. Embrio bersifat bipolar / dwipolar yaitu salah satu kutub tubuh membentuk batang  dan daun  sedangkan kutub lainnya membentuk perakaran.
Dalam klasifikasi, tumbuhan berbiji dikelompokkan menjadi dua divisi, yaitu : divisi Gymnospermae ( tumbuhan berbiji terbuka ) dan divisi Angiospermae ( tumbuhan berbiji tertutup ).
Ciri-ciri dan klasifikasi Kingdom PLANTAE ( kerajaan Tumbuhan )

Ciri-ciri dan klasifikasi Kingdom PLANTAE ( kerajaan Tumbuhan )

Februari 24, 2011 0
Siapa tak kenal tumbuhan ? 
Ya... tumbuhan merupakan sosok mahkluk hidup yang mudah kita kenali dan mudah kita "tangkap" karena dia tidak bisa bergerak pindah tempat, atau disebut immotil.

Ciri-ciri apa saja yang membedakan tumbuhan dengan mahkluk hidup lainnya ?
Berikut ini adalah beberapa hal penting yang dapat digunakan untuk mencirikan tumbuhan ( Plantae ) :
  • multiseluler, tumbuhan merupakan mahkluk hidup yang tersusun atas banyak sel yang terdeferensiasi menjadi berbagai macam jenis jaringan
  • eukariotik. Sel penyusun tubuh tumbuhan memiliki membran inti sel yang melindungi materi genetik di dalamnya
  • dinding sel dari selullosa. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang melindungi membran sel. Zat utama penyusun dinding sel adalah sejenis karbohidrat ( polisakarida ) bernama selullosa.
  • memiliki akar-batang-daun. Tubuh tumbuhan melekat pada dasar karena memiliki akar yang tertanam di dalam media hidupnya, disusul dengan batang yang menjulang dan daun yang berjumlah banyak.
  • Fotoautotrof. Tumbuhan merupakan mahkluk hidup yang mampu mencukupi kebutuhan nutrisi sendiri, karena memilki keammpuan melakukan sintesis. Kemampuan ini dimungkinkan karena sel-sel tumbuhan terutama yang menyusun daun ( mungkin juga beberapa batang ) memiliki kloplast yang didalamnya tersimpan klorofil ( sejenis pigmen yang punya peranan penting dalam peristiwa fotosintesis ).
  • menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum / tepung atau zat pati.
Saking banyaknya jumlah anggota kingdom plantae, menyebabkan banyak ragam cara para ahli tumbuhan ( botanolog ) dalam menyusun klasifikasi kingdom plantae.
Beberapa macam klasifikasi yang telah dilakukan oleh para botanologist, antara lain :

1.  Berdasarkan cara berkembangbiaknya , kingdom plantae diklasifikasikan menjadi :
  • tumbuhan berspora ( Sporophyta ) yang terdiri dari : divisi Bryophyta dan divisi Pteridophyta
  • tumbuhan berbiji ( Spermatophyta ) yang terdiri dari : divisi Gymnospermae dan divisi Angiospermae
2. Berdasrkan ada tidaknya jaringan pembuluh pengangkut ( xileem dan floem ), kingdom Plantae  
    diklasifikasikan menjadi :
  • Atracheophyta ( tumbuhan yang tidak berpembuluh ), meliputi divisi Bryophyta
  • Tracheophyta ( tumbuhan yang memiliki pembuluh ) meliputi : divisi Pteridophyta, divisi Spermatophyta
CIRI-CIRI KINGDOM PROTISTA

CIRI-CIRI KINGDOM PROTISTA

November 24, 2010 0

http://t1.gstatic.com/images?

Kerajaan protista ada yang menganggapnya sebagai “kerajaan buangan”, karena anggotanya terdiri dari organisme-organisme yang tidak dapat di sebut sebagai hewan , tumbuhan, eubacteria maupun fungi. Atas dasar inilah maka para ahli klasifikasi membuat kingdom tersendiri yang mereka beri nama protista.
            Berbeda dengan monera ( archaeobacteria dan eubacteria ) , kingdom protista terdiri atas mikroorganisme maupun makroorganisme dengan sel eukariotik. Tubuhnya ada yang terdiri atas satu sel saja ( monoseluler ), ada juga yang tersusun atas banyak sel ( multiseluler ) tetapi sel-sel penyusunnya tidak mengalami deferensiasi ( tidak membentuk jaringan ).
            Anggota kerajaan protista pada umummnya ditemukan hidup di air tawar maupun air laut. Ada juga yang hidup ditanah, serasah, tempat yang lembab bahkan ada yang hidup di dalam tubuh organisme lain. Berdasarkan cara memperoleh makanan, protista diklasifikasi menjadi 3 golongan, yaitu :
  1. Protista autotrof, yang memiliki klorofil sehingga mampu melakukan fotosintesis ( : mengubah zat anorganik menjadi zat organic dg bantuan energi matahari ). Golongan ini disebut sebagai protista mirip tumbuhan ( ALGA ).
  2. Protista heterotrof, yang “menelan “ makanan ( zat organic ) dengan cara memasukkan makanan melalui membrane sel ( fagositosis ) atau memasukkan makanan melalui mulut sel, kemudian makanan dicerna di dalam sel. Golongan ini disebut sebagai protista mirip hewan   (dulu dikenal dengan nama PROTOZOA ).
  3. Protista saprofit, yang mencerna ( menguraikan zat organic menjadi zat anorganik ) di luar sel ( ekstraseluler ) dan kemudian menyerapnya melalui membrane sel .Golongan ini disebut sebagai protista mirip Jamur .

Beberapa anggota protista ada yang bersifat motil ( dapat bergerak ) dengan menggunakan cilia (bulu getar ), flagel ( bulu cambuk ), maupun dengan aliran sitoplasma ( gerak amoeboid ).